Siapa yang online?

We have 8 guests online

Sites Stats

Members : 10
Content : 60
Content View Hits : 35355
Ulti Clocks content
Standar Penafsiran Citra Optik Resolusi Sedang Print E-mail
Written by Awaliyan   
Saturday, 23 August 2008 15:40
Latar Belakang

Dalam rangka pemantauan sumber daya hutan (SDH) untuk mendukung kebijakan prioritas Departeman Kehutanan. Departemen Kehutanan melaksanakan penafsiran citra resolusi sedang seluruh Indonesia setiap tiga tahun. Kegiatan penafsiran dilakukan oleh Pusat Inventarisasi dan Perpetaan Hutan bersama UPT (Unit Pelaksana Teknis) Badan Planologi Kehutanan yang ada di seluruh Indonesia, yaitu Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH).

Penafsiran Citra tersebut menghasilkan informasi tentang penutupan lahan, sebagai dasar dalam perhitungan tingkat deforestasi dan pemetaan sebaran lokasi areal yang mengalami deforestasi. Informasi tersebut diperlukan dalam perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan dalam pengelolaan hutan lestari.

Untuk keseragaman, konsistensi dan akurasi dalam penafsiran citra resolusi sedang, dipandang perlu untuk menyusun standar kelas-kelas penutupan lahan/hutan yang baku, khususnya untuk kepentingan Departemen Kehutanan. Hasil penafsiran citra yang dilakukan Departemen Kehutanan disajikan dalam bentuk peta penutupan lahan yang terdiri dari kelas penutupan lahan hutan dan kelas penutupan lahan bukan hutan. Dengan pembakuan kelas penutupan lahan maka pengguna, instansi terkait dan para pihak lainnya akan mempunyai pemahaman yang sama terhadap kelas-kelas penutupan lahan yang digunakan sehingga akan memudahkan dalam tukar menukar (sharing/exchange) informasi penutupan lahan antar instansi di pusat maupun di daerah.

Ruang Lingkup

Standar ini meliputi istilah dan definisi yang terkait dengan penafsiran citra dan kelas penutupan lahan untuk kehutanan, jenis data yang dipergunakan, pengelolaan yang dilakukan, klasifikasi dan struktur klasifikasi, metode atau detil tahapan kegiatan dan standar klasifikasi dengan data dan metode yang dipilih, berikut standar penyajiannya. Standar ini dipergunakan sebagai pedoman baku dalam mengerjakan penafsiran citra satelit resolusi sedang dan menyajikan data penutupan lahan Indonesia dalam rangka pemantauan sumberdaya hutan.

a. Jenis Data yang digunakan
Citra Satelit Optis Resolusi Sedang, yaitu citra hasil penginderaan suatu jenis satelit tertentu yang menggunakan gelombang cahaya tampak untuk menangkap obyek di permukaan bumi dengan resolusi spasial antara 20-80 meter dan dapat dipetakan dengan skala 1:50.000 sampai dengan 1:250.000, yang termasuk dalam jenis citra ini antara lain adalah Landsat 7 ETM +, Spot HRV

b. Pengelolaan yang dilakukan
Terlebih dahulu dilakukan penggabungan citra yang akan di interpretasi menjadi citra gabungan 3 band atau lebih berdasarkan resolusi spasial yang sama dengan menggunakan perangkat lunak pengolah citra. Setelah itu dilakukan geo ortho rektifikasi berdasarkan citra Landsat ortho. Hal ini dilakukan karena hasil penafsiran akan dipetakan ke dalam Peta Dasar Tematik Kehutanan yang bersumber dari citra Landsat ortho. Setelah itu dilakukan penafsiran dengan cara melakukan deliniasi dengan cara digitasi on screen, yaitu proses digitasi yang dilakukan secara langsung di atas layar komputer setelah citra sebagai sumber datanya telah diolah untuk memberikan kenampakan visual yang optimal (enchancement) untuk menunjukkan perbedaan obyek satu dengan lainnya dengan skala pada screen komputer 1:50.000.

c. Elemen (unsur) interpretasi
Elemen atau unsur yang digunakan untuk menafsirkan suatu kenampakan pada citra, Elemen (unsur) tersebut terdiri dari warna/rona, bentuk, ukuran, bayangan, pola, tekstur, struktur, situs, dan asosiasi. Ada objek yang dapat ditentukan hanya dengan satu elemen saja, tetapi ada juga yang baru dapat ditentukan setelah mengkaji sembilan elemen interpretasi.

d. Metode interpretasi
Metode interpretasi yang digunakan adalah interdepedensi on screen, yaitu mendasarkan pada hasil penafsiran periode/tahun sebelumnya. Dengan demikian tidak mengulang penafsiran dari awal, hanya melakukan pencermatan dan deliniasi pada bagian yang mengalami perubahan penutupan lahan.

e. Klasifikasi dan kodefikasi
Gambaran obyek (kenampakan biofisik) di permukaan bumi yang diperoleh dari sumber data terpilih (umumnya data penginderaan jauh) dan dikelompokkan ke dalam kelas-kelas tutupan yang sesuai dengan kebutuhannya. Klasifikasi dilakukan dengan mendasarkan 23 kelas penutupan lahan. Setelah citra dideliniasi, kemudian dilakukan pemberian kode berdasarkan hasil penafsiran, yaitu berdasarkan kelas penutupan lahan yang digunakan, terdiri atas:

============================================
No.    Kelas Penutupan Lahan          Kode
1.    Hutan Primer                         2001
2.    Hutan Sekunder                     2002
3.    Hutan Rawa Primer                 2005
4.    Hutan Rawa Sekunder            20051
5.    Hutan Mangrove Primer           2004
6.    Hutan Mangrove Sekunder      20041
7.    Semak / Belukar                    2007
8.    Belukar Rawa                        20071
9.    Rumput                               3000
10.    Hutan Tanaman                   2006
11.    Perkebunan                         2010
12.    Pertanian Lahan Kering          20091
13.    Pertanian Lahan Kering Campur  20092
14.    Sawah                                    20093
15.    Tambak                                 20094
16.    Tanah Terbuka / Kosong         2014
17.    Pertambangan                     20141
18.    Pemukiman                         2012
19.    Air                                     5001
20.    Rawa                                 50011
21.    Awan                                2500
22.    Bandara                             20121
23.    Transmigrasi                       20122
============================================

f. Penyajian Data
Konsistensi kelas hasil penafsiran dari waktu ke waktu adalah sangat penting. Konsistensi tersebut mengandung pengertian:
  1. Kelas objek yang sama akan didefiniskan sebagai kelas yang sama, walaupun menggunakan sumber data yang berbeda-beda.
  2. Kelas yang ada dapat diturunkan atau didetilkan dalam sub-sub kelas yang dapat disajikan sesuai dengan kebutuhan skala peta an sumber data yang ada, namun sub-sub kelas tersebut harus tetap dapat dikelompokkan kembali (grouping) menjadi kelas-kelas awalnya.
  3. Sub-sub kelas yang ada di dalam tiap kelas dapat dideteksi oleh sumber data remote sensing dengan resolusi yang lebih baik.
Untuk konsistensi pada proses interpretasi dan pemetaan, dipergunakan batasan sebagai berikut:
  1. Penyajian data pada skala 1:250.000 atau 1:100.000. Objek satuan pemetaan terkecil berukuran 0,5 cm x 0,5 cm.
  2. Identifikasi objek dilakukan berdasarkan kenampakan tertera (Exiting) pada citra dan bukan berdasar kemungkinan perkembangan penutupan, kecuali dilengkapi dengan informasi lapangan.
  3. Identifikasi objek dapat lebih didetilkan berdasarkan informasi lapangan ataupun local knowledge dari penafsir.


PUSAT INVENTARISASI DAN PERPETAAN HUTAN
BADAN PLANOLOGI KEHUTANAN
DEPARTEMEN KEHUTANAN
JAKARTA
2007
Tags:
Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
laode  - Perlu penambahan kelas penutupan lahan   |125.162.244.xxx |2008-12-02 19:11:00
Tambak garam merupakan tambak akan tetapi produk yang dihasilkan bukan ikan dan
sejenis melainkan garam. Oleh karena itu kami mengusulkan untuk tambak garam
merupakan sub kleas dari tambak (20094) menjadi 200941

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Pencarian Google
Copyright © 2010 SQUAWALL. All Rights Reserved.
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.
 

Advertisement

Iklan

YM saya

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday235
mod_vvisit_counterYesterday291
mod_vvisit_counterThis week1533
mod_vvisit_counterThis month7570
mod_vvisit_counterAll103402